• Konsep Kota Masa Depan

    Air menempati sekitar 71 persen dari permukaan bumi kita yang berharga. Dan dengan intensitas serius pemanasan global, ini menjadi awal mula pada beberapa dari Negara kehabisan ‘tanah’ untuk membangun mega-kota, pemukiman megah dan konurbasi luas. Tapi sebelum kita menekan tombol panik, telah ada usulan progresif belum walaupun kredibel untuk merancang dan membangun habitat manusia di laut! inilah 10 konsep paling menakjubkan kota mengambang yang akan dibangun di laut. .. Read more
  • Earth

    Segala sesuatu tentang bumi di dalam maupun di luar , masa depan maupun masa lalu .. Open
  • Fenomena Alam

    Membahas Berbagai Macam misteri/Fenomena/Hal Baru yang ada di alam sekitar .. Open
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan

Hal-hal yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar

http://faktabukanopini.blogspot.com/ 
Bumi berotasi dengan kecepatan 1600 km/jam. Sejarah menunjukkan, rotasi bumi melambat 2 detik tiap 100 ribu tahun. Eksperimen ini mempercepat perlambatan itu untuk melihat efeknya pada kehidupan di bumi sebesar 1 km/jam per hari. Perlambatan hingga berhenti total dirancang memakan waktu 5 tahun. Berikut adalah hal-hal yang akan terjadi jika bumi berhenti berputar: 

-Navigasi pesawat memakai GPS dengan bantuan satelit. Satelit ikut berputar di atas bumi menyesuaikan dengan waktu di darat. Perlambatan rotasi bumi menyebabkan satelit keliru memposisikan pesawat, dan pesawat akan mendarat di tempat yang tidak seharusnya. Dengan kata lain, akan terjadi banyak kecelakaan pesawat terbang. Penerbangan hanya digunakan untuk yang penting-penting saja. Penumpang dipaksa mencari alternatif transportasi. AKibatnya, kereta api, kapal laut, dan bus penuh sesak. 

-Gejala lainnya adalah pertambahan durasi hari. Perlambatan rotasi bumi menyebabkan perpanjangan hari. 1 hari bukan 24 jam lagi, tapi akan bertambah menjadi 28 jam setelah 5 bulan. Jam sudah tidak bisa diandalkan lagi. 

-Dunia ekonomi hancur, saham-saham pun berguguran. 

-Rotasi bumi membuat bumi tidak bulat sempurna tapi agak lebar di khatulistiwa karena putarannya. Yang melebar adalah laut yang terkumpul di khatulistiwa. 

-Kalau rotasi melambat, laut akan mengalir ke kedua kutub yang menyebabkan banjir di Eropa dan surut di khatulistiwa termasuk Indonesia. 

-Bukan cuma laut, udara bakal mengalir ke khatulistiwa dan menyebabkan naiknya tekanan udara. Paru-paru kita di Indonesia bisa pecah menghirup udara seperti itu. Sebaliknya, di belahan bumi utara dan selatan sudah seperti tinggal di gunung, udaranya tipis. Anak-anak dan orang tua akan merasa tersiksa. 

-Kehidupan flora dan fauna pun terganggu. Hewan yang bermigrasi akan kebingungan dengan hari yang terus bertambah panjang dan akhirnya mati kepanasan/kedinginan. Tanaman juga tersiksa dengan terik matahari yang lebih panjang dari pada biasanya dan juga oleh dinginnya malam yang panjang. 

-Selain itu juga terjadi aktivitas geologi yang ekstrim, seperti gempa bumi dan gunung meletus di lokasi yang biasanya aman. Penyebabnya adalah gesekan yang timbul oleh lapisan-lapisan bumi yang perlambatannya berbeda-beda. 

-Putaran inti bumi menghasilkan medan magnet yang melindungi bumi dari radiasi matahari. Tapi kalau sudah melambat, medan magnet ini akan melemah dan radiasi matahari bebas masuk dan membuat kanker kulit pada manusia. 

-Setelah 4 tahun, 1 hari = 13 hari normal. Semua manusia mengalami jet lag permanen, tidak bisa tidur karena masih terang. Eropa, Amerika selatan, dan Afrika bagian selatan akhirnya tenggelam total. Di khatulistiwa, muncul benua baru dari surutnya laut. Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terhubung oleh dangkalan Sunda, sedangkan Papua dan Australia terhubung oleh dangkalan Sahul. Orang-orang berbondong-bondong pindah ke tanah baru yang tidak banjir dan masih bisa bernafas lega. Kapal laut kandas ke dasar laut yang kering. Perdagangan internasional sudah tidak ada lagi. 

-Cuaca menjadi sangat ekstrim. Karena sinar matahari berlangsung lama, maka badai bisa berminggu-minggu lamanya. 

-Akhirnya setelah 5 tahun, bumi berhenti total tapi masih berevolusi (mengelilingi matahari). 1 hari = tahun, terdiri dari 6 bulan siang yang bisa mencapai 50 derajat celsius dan 6 bulan malam yang suhunya sampai -50 derajat celsius (lebih dingin daripada kutub sekarang). 

-Jumlah manusia yang tewas mencapai 6 miliar orang (hampir semuanya). Mungkin ada sedikit orang yang pindah ke daerah yang tidak kebanjiran dan tekanan udaranya nyaman. Kutub bakalan malam sepanjang tahun. Banyak juga tanaman dan hewan yang punah. 

Fenomena Danau Gippsland

Berenang seharusnya memberikan suasana yang sehat bagi raga kita. Tetapi, belum tentu demikian halnya jika Anda berenang di kolam misterius ini. Kulit Anda bisa seketika berubah menjadi biru neon usai berenang di danau itu.
"Rasanya seperti kami sedang bermain dengan cat radioaktif," kata Phil Hart yang menangkap gambar fenomena aneh ketika teman-temannya muncul dari sebuah danau di suatu malam.

Apa yang membuat air di tepi danau itu menyala dalam kegelapan? Ya, air berwarna terang di saat gelap itu tidak muncul dengan sendirinya. Ia tercipta karena reaksi kimia yang disebut biopendar (bioluminescence), yang muncul saat konsentrasi mikro-organisme di dalam air terganggu secara alamiah.

Phil, 34 tahun, meletakkan kameranya dengan penyanggah kaki tiga dengan kecepatan shutter lambat. Lalu, dia kemudian melempar butiran pasir dan batu sehingga kamera dapat menangkap gambar bintik-bintik air biru sebanyak mungkin. 

Gambar-gambar ini terlihat sangat menakjubkan. Warnanya berubah ketika konsentrasi mikro-organisme Noctiluca Scintillans di dalam air tidak normal, jauh lebih tinggi dari biasanya. Phil dan teman-temannya mengambil gambar itu di Danau Gippsland, Victoria, Australia.

"Berada di sana dan melihat biopendar yang begitu memukau adalah kesempatan yang sangat langka," ujar Phil. "Saya di sini sebagai direktur program di sebuah organisasi yang secara rutin mengadakan agenda berkemah di sekitar Danau Gippsland sejak 50 tahun lalu. Dan, belum pernah ada yang dapat melihat biopendar seterang ini." 


Seperti yang disebutkan, fenomena ini disebabkan tingginya konsentrasi mikro-organisme yang tinggi. Hal ini diyakini sebagai hasil dari kombinasi kebakaran hutan dan banjir di sekitar danau, di mana secara tidak langsung meningkatkan kadar nutrisi di dalam air yang dapat menghidupkan organisme.

"Ini tidak akan terjadi lagi dalam hidup saya," tutur Phil. "Saya merasa beruntung karena telah melihatnya dan berhasil merekam gambar tersebut dengan kamera saya."

"Warna biru cerah tidak hanya terlihat dengan mata kepala saya saja, tetapi juga dengan kamera saya. Ketika mengambil fotonya pertama kali, saya hampir tidak percaya melihat orang-orang di air tampak aneh," pungkas pria asal Melbourne itu.